Tips Memilih Peralatan Listrik

Dewasa ini listrik memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang kegiatan – kegiatan yang dilakukan manusia sehari – hari. Hampir semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia modern memerlukan listrik berikut alat alat nya. Tidak terbayangkan apa yang akan terjadi jika di zaman modern seperti sekarang ini tidak ada listrik.
Namun sangat disayangkan masih banyak diantara para pemakai listrik yang mengabaikan faktor terpenting yaitu faktor keamanaan dalam menggunakan peralatan listrik. Masih banyak diantara kita yang memakai peralatan listrik abal – abal yang tidak berstandar LMK ( Lembaga Masalah Kelistrikan ) maupun SNI (Standar Nasional Indonesia ) sehingga sangat beresiko terjadi bahaya listrik. Bahaya listrik sendiri ada tiga macam yaitu sengatan listrik (kesetrum), panas yang berlebih ( kebakaran ) dan ledakan.
Untuk menghindari terjadinya bahaya – bahaya listrik tersebut, ada baiknya jika anda mengikuti beberapa tips dalam pemakaian alat listrik berikut ini:
1. Pakailah alat listrik yang mempunyai standar LMK ( Lembaga Masalah Kelistrikan ), dan SNI ( Standar Nasional Indonesia )
2. Pilih alat listrik yang terjamin keaslianya. Untuk mendapatkan alat listrik yang terjamin keaslianya anda bisa membeli di distributor alat listrik yang terpercaya.
3. Dalam memasang alat listrik harus sesuai dengan PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik )
4. Pakailah alat listrik sesuai dengan kapasitasnya, jangan menggunakan alat listrik melebihi kapasitas yang telah ditentukan karena disamping bisa memperpendek umur alat listrik bisa juga menyebabkan panas berlebih yang mengakibatkan kebakaran
5. Jangan menumpuk steker berlebihan dalam satu stop kontak.
6. Tidak membiarkan tusuk kontak (steker) peralatan listrik (tv, setrika, dan lain lain) menancap terus pada stop kontak untuk jangka waktu yang lama .
7. Lakukan pengechekan alat listrik secara berkala
8. Ganti alat listrik yang sudah tidak normal dengan alat listrik yang sama.
9. Periksa instalasi listrik bangunan secara berkala, kurang lebih setelah 10 tahun dari pemasangan dan selanjutnya tiap 5 tahun sekali.
Dengan menerapkan tips – tips di atas maka resiko bahaya – bahaya yang kemungkinan bisa terjadi karena listrik bisa diminimalisir menjadi sekecil mungkin.